Pagi ini kedatangan tamu seorang kakek namanya mbh Harjo, teman lama Bapak. Sekarang usia beliau 87 tahun, 14 tahun lebih tua dari usia Bapak. Tubuhnya masih sehat, rainya masih segar, penampilannya bersih, jalannyapun masih gagah walau tidak secepat dulu.Untuk telinga beliau memang mengalami pengurangan nikmat pendengaran, jika berbicara dengannya harus dengan suara yang kuat seperti orang berteriak.
Beliau datang sendirian dengan berjalan kaki dari rumahnya yang hanya 5 menit jika menggunakan sepeda motor. Kalau jalan kaki lumayan jauh. Kedatangannya membuat saya kaget sekaligus terharu, beliau datang sambil menjinjing dua buah karung ukuran sepuluh kilogram, satu berisi 2 kepok besar pisang dan yang satu berisi singkong berukuran besar dan panjang. Dan semuanya baru dipanen. Diusianya yang sekarang beliau masih menyambung silaturahmi dengan Bapak, dan dengan sangat senang dan bangga membawakan Bapak oleh-oleh tersebut. Beliau tau betul Bapak sangat senang makan singkong dan pisang rebus. Padahal dua karung tersebut tidaklah ringan, terbayang beliau yang tua tersebut menentengnya dari rumah, itu butuh perjuangan.
Mungkin Beliau sedikit kecewa, karena orang yang dicari tidak sedang berada di rumah. Yah Bapak pagi itu pulang kerumah anak angkatnya. Jadilah Mbh Harjo mengobrol dengan saya dan Ibu. Dari dimana Bapak dan sampailah dipertengahan obrolan beliau mengajukan pertanyaan dalam bahasa Jawa kira-kira artinya seperti ini "lah anak yang ini sudah menikah" sambil mengarah ke saya. Lalu jawab Ibu dereng (belum) , tapi karena pendengaran beliau kurang akhirnya ditambahi ibu dengan isyarat tangan digerakan, sedangkan saya menggelengkan kepala sambil tersenyum.
bersambung ... ^_^'
Showing posts with label Singkong; Ubi Kayu. Show all posts
Showing posts with label Singkong; Ubi Kayu. Show all posts
19 Sept 2015
30 May 2015
Bagaimana Cara Membuat Keripik Singkong Yang Renyah?
Di artikel sebelumnya saya ada posting artikel tentang kapur sirih sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit, dan ternyata masih ada lagi manfaat kapur sirih loh yaitu sebagai salah satu cara agar keripik singkong yang kita buat menjadi keripik yang tidak sekedar enak tetapi juga terasa renyah.
Tentu buat pembisnis keripik singkong, rasa dan tekstur keripik yang enak dan renyah merupakan hal penting. Dan bagi konsumen maupun para pecinta keripik singkong sangat menyukai keripik yang mudah dimakan, terasa renyah, tidak melempem dan tidak keras.
Dan seiring waktu sekarang keripik singkong memiliki banyak rasa seperti keripik singkong rasa barbeque, keripik singkong rasa balado, keripik singkong rasa keju, dan banyak lagi. Merk keripik singkong pun sekarang juga banyak seperti Keripik Maicih, Keripik Karuhun, Coketen Keripik Singkong, Keripik NyakBabe, dsb.
Berikut salah satu cara mengolah singkong menjadi keripik yang empuk dan renyah, yaitu sebagai berikut:
- Kupas singkong
- Lalu cuci bersih
- Siapkan 1 baskom untuk tempat potongan atau irisan singkong
- Lalu isi baskom tersebut dengan air bersih dan campurkan 1 sendok air kapur sirih
- Potong/ rajang tipis singkong, letakkan di baskom yang berisi air campuran kapur sirih tadi
- Lakukan sampai singkong telah di rajang semua.
- Panaskan Wajan / Penggorengan
- Masukkan minyak goreng (sebaiknya jangan menggunakan minyak goreng curah, karena akan ikut mempengaruhi rasa dari keripik itu sendiri)
- Setelah minyak panas, gorenglah sebian demi sebagian singkong yang sudah di Rajang tadi
- Tiriskan
Dan mumpung sebentar lagi lebaran pastinya banyak yang butuh suguhan buat tamunya, disini kesempatan kita untuk menjadikan keripik singkong sebagai peluang untuk mendapatkan uang. Caranya dengan menjual keripik singkong dalam kemasan ½ kg – 1 kg, kita bisa memulai menawarkan ke sekolah-sekolah, maupun kantor.
Karena nawarinnya pas bulan ramadhan, jadi orang pada puasa maka buatlah sample kecil agar bisa di bawa pulang oleh target konsumen kita selipkan juga no hape kita yang bisa dihubungi. Dan kalau perlu besoknya samperin orangnya, tanyakan bagaimana pendapatnya tentang keripik kita dan apakah mau memesan.
Oke sekian dulu, silakan di coba. Semoga sukses ya say … (hihi pakai gaya Rita Sugiarto)
22 Mar 2015
Keripik Getuk Peluang Usaha Rumahan Buat Ibu Rumah Tangga Part II
Jualan keripik getuk kenapa nggak?! ... "Emang ada yang beli?, wong dipasar saja banyak yang mentahnya terus harganya murah dapat banyak pula, toh tinggal goreng aja". Nah jangan salah, banyak loh peminat snack keripik getuk, dan karena bahannya murah itu menjadi peluang besar buat kita yang punya modal minim tapi skil juga kurang, terus cari resiko yang kecil.
Adanya bahan mentah keripik getuk bejibun di pasar dengan harga murah, itu merupakan keuntungan tersendiri juga dimana kita bisa menghemat tenaga, waktu, dan juga mengurangi resiko trial eror. Loh kok bisa? iya dong coba deh kita fikir lagi, kalau kita sendiri yang buat itu keripik dari mengolah singkong jadi keripik getuk resikonya besar, bisa-bisa modal sedikitnya habis. Diantara resiko yang bisa terjadi kalau kita sendiri yang mengolah dari awal banget, pertama kalau dapat singkong yang jelek yang tidak cocok untuk keripik getuk, dan kedua kalau cuaca tidak mendukung saat penjemuran.
Selanjutnya alasan kenapa jualan keripik getuk tetap menjanjikan walau fikiran negatif tentang "toh tinggal digoreng aja, beli dipasar mentahnya murmer dapat banyak". Nah ingat Dimana Ada Orang Malas Disitu Ada Uang, coba deh cek teman-teman dan atau orang disekeliling kita banyakan mana dengan yang rajin masak sama yang malas masak. Terus walaupun suka masak, kebanyakan orang kalau pengen sesuatu yang namanya makanan, lebih pilih yang langsung bisa dinikmati ketimbang harus masak dulu walaupun itu sekedar tinggal goreng.
Alihkan saja fikiran negatif tersebut ke fikiran negatif kita sebagai konsumen malas. Misal seperti ini "iya sih.... buatnya mudah tinggal goreng, tapi wrepot ah, mana harus beli ke pasar lagi. Malas, enakan tinggal makan aja. Ada ngga'? hehehe"
Dan ini bisa jadi tameng buat kita kalau ada calon konsumen jahil yang senang banget mojokin penjual dengan kalimat halus namun pedas dihati. Yah itu kalimatnya seperti di atas, "ah ini mah banyak dipasar, saya sering buat, murah tinggal goreng saja" (biasanya dengan mimik meremehkan).
Mengatasinya jawab saja dengan tenang dan sedikit humor sembari senyum "iya ibu benar, tetapi kalau ibu beli keripik getuk saya, ibu tinggal menikmati saja, ibu g perlu repot-repot lagi, g perlu capek-capek kepasar, g perlu masaknya lagi, dan terlebih harga keripik saya terjangkau, enak pula. Bisa jadi cemilan waktu senggang seperti sekarang." Dan sebutkan juga kelebihan dan keunggulan produk keripik getuk kita.
Walaupun mereka tidak beli saat itu, mungkin bisa jadi besoknya beli karena kalimat tameng kita itu sudah mengalir perlahan kefikiran mereka dan tertanam. :D
Dan satu hal jangan karena satu tiga orang tidak membeli membuat kita menyerah, lanjutkan saja tawarkan ke yang lain. Satu orang membeli yang lain bakal ikut membeli, terlebih jika rasa dan kualitas keripik getuk buatan kita enak pakai banget. Malahan bakal jadi pelanggan setia. Karena mulut satu orang konsumen yang mengatakan enak bisa menjadi promosi gratis buat kita yang menyebar seperti angin.
Di atas kalau kita memasarkannya dengan cara menjajakan ke rumah-rumah atau ke kantor-kantor, selanjutnya kalau kita memasarkannya dengan menitip ke toko-toko dan kantin, cobalah tawarkan ke beberapa tempat seperti kantin, warung sayur, warung kelontong, warung makan, dll. Biasanya beberapa ada yang menolak dengan beberapa alasan, but jangan negatif thingking dulu, biasanya mereka memiliki alasan yang kuat dan bukan karena tidak mau membantu. Alasannya nggak perlu dijabari ya ntar panjang ceritanya. Kalaupun memang kepengen tau alasannya dan masih mikir "cuman dititipin aja kok repot, pelit banget g mau bantu" saya sarani *jadilah mereka*. :D
Dari tempat/warung yang menerima tawaran kita, cobalah untuk diawal penitipan titiplah dengan jumlah produk sedikit, misal kita menitip keripik getuk bungkus kecil yang harganya seribuan sebanyak 20 bungkus dulu. Lalu kita lihat dan catat berapa lama habisnya, jika memang peminatnya banyak, baru kita tingkatkan jumlahnya. 25 bungkus kalau 10 warung, banyak juga kan?. Oh ya satu lagi JANGAN PELIT, jangan lupa setiap menitip berilah pemilik warung satu atau dua bungkus keripik gethuk, ini merupakan sarana mengakrabkan diri dan juga sarana promosi gratis. Kenapa disebut promosi gratis? karena jika keripik getuk buatan kita itu enak dan apalagi cocok dengan lidah pemilik warung, itu artinya sebagian besar pengunjung warung akan tau enaknya produk kita melalui "iklan gratis" yang disampaikan dari mulut pemilik warung, dan akan menyebar dari mulut ke mulut pengunjung lainnya, istilah kerennya "Word of Mouth".
Kedua JANGAN SERAKAH. Sifat serakah ini yang biasanya menjadi bumerang buat pelaku usaha. Ingat jangan karena mulai dan/ sudah laris manis rasa dan kualitas dikurangi karena ingin keuntungan yang lebih banyak malah lupa dan menyampingkan kepuasan konsumen.
lanjutannya ... part III
20 Mar 2015
Tips Memilih Singkong yang Baik untuk Membuat Getuk Lindri Super Enak
![]() |
| Getuk Lindri, Cenil, Klepon dan Ongol-Ongol by ruthdea.blogspot.com |
Hi sobat kali ini saya mau sharing tentang singkong yang baik dan cocok
untuk membuat getuk supaya hasilnya enak dan bagus. Tidak mau kan kejadian
seperti tukang getuk langganan saya yang sudah beli berkarung-karung singkong,
ternyata setelah diolah jadi getuk hasilnya mengecewakan, tekstur getuk
menjadi blenyek tidak seperti biasanya, dan tentu saja getuk ini tidak bisa
dijual. Itu artinya mereka rugi.
Sekarang yuk simak cara membedakan ubi kayu
(singkong) yang empuk dengan singkong yang gonyeh. Ilmu tentang singkong ini
saya peroleh dari Ayah saya, beliau orangnya doyan makan. Apalagi yang namanya
makanan khas Jawa, sudah hampir semuanya beliau icip.
Singkong yang mempur, artinya kalau sudah dimasak singkong dikunyah
terasa empuk/meduk. Singkong yang mempur merupakan singkong
kualitas bagus yang cocok dijadikan bahan pembuatan getuk. Ciri-cirinya:
Singkong ini memiliki kulit yang pecah-pecah (kulit ari-arinya
meletek-letek), tidak ada bekas luka dan tangkainya masih utuh. Dan singkong
ini termasuk ubi yang belum lewat umur dan memang jenis yang empuk.
Singkong yang keras, maksudnya singkong kalau sudah dikukus atau
digoreng rasanya kriuk-kriuk, tidak empuk. Biasanya untuk getuk hasilnya akan
gonyeh. Ciri-cirinya: waktu mentah (belum dikupas) kulitnya halus tidak
pecah-pecah. Singkong gonyeh seperti ini biasanya disebabkan karena saat
tumbuhnya /sebelum panen cabang singkong sering dipungkasi / diambilin daunnya.
Singkong empuk tapi kelamaan diudara (lebih dari 3 hari) kerap kali
warnanya berubah menjadi kuning, biasanya karena singkong memiliki bekas luka
dan/ pangkal singkong terbuka (tangkai tidak ada lagi)
Singkong baru namun umur belum cukup sudah di panen, biasanya
singkong ini jika diolah hasilnya akan blenyek seperti bubur.
Untuk pembuatan getuk dan tape dengan kualitas yang bagus gunakan singkong
yang mempur.
Sumber: Rujito AW
Getuk Lindri Kue dari Olahan Singkong yang Super Lezat dan Ngangeni
![]() |
| Getuk Lindri, Cenil, Klepon dan Ongol-Ongol by ruthdea.blogspot.com |
Sudah lama banget saya tidak makan getuk lindri, disini dikotaku sangat jarang yang berjualan getuk lindri, kalaupun mau harus kepasar subuh. Sudah taukan getuk lindri merupakan makanan khas Indonesia dari Jawa yang terbuat dari Singkong (Ubi Kayu) yang dihaluskan dengan cara digiling bersama gula dan vanili. Bentuknya seperti mie menyatu rapi lalu ditaburi parutan kelapa. Sungguh enak dan mengenyangkan buat satu potong getuk lindri sesuai dengan pengorbanan tenaga dan waktu pembuatannya.
Ingat betul waktu SMK saya juga berjualan getuk lindri, getuk tersebut saya jajakan ke kelas-kelas bersama kue lainnya saat pagi sebelum jam belajar dimulai. Untuk itu ibu dan bapak sudah bangun saat dini hari sekitar jam 2 pagi untuk membuat getuk lindri. Dari mengukusnya sampai menggilingnya itu butuh waktu yang lama. Terlebih lagi menggilingnya 2 kali, padahal sebenarnya 1 kali giling saja getuk sudah jadi. Tetapi Ibu tidak mau, karena rasanya akan kurang enak begitu kata Ibu. Wah tapi gilingnya itu capek bingit dan biasanya saya hanya bantu giling kadang-kadang saja, soalnya hasil gilinganku putus-putus dan super lama kerjaanku. Bisa kesiangan kalau begini kata Ibu sambil tertawa kecil.
Akhirnya saya bisa makan getuk lindri lagi!
Awal ceritanya dapat bbm dari seorang teman yang satu kelas dengan saya, dia kepengen banget getuk lindri dan mau pesan getuk lindri saya. Saya menolak pemesanannya dengan halus karena tidak lagi membuat getuk lindri disebabkan mesin giling manualnya sudah rusak dan untuk bahannya berupa singkong juga sulit karena singkong untuk membuat getuk lindri tidak bisa sembarang singkong. (silakan baca jenis singkong yang bagus untuk membuat getuk)
Akhirnya teman saya kayaknya dapat tu getuk lindri, tapi ntah dimana belinya. hehe. Yah sayanya masih ngayalin saja tu getuk lindri. Tapi Alhamdulillah setelah beberapa lama saat dalam perjalanan mengantarkan buku katalog barang jualan saya ke salah satu rumah teman sekampus dulu, tidak sengaja saya lihat di etalase warung pinggir jalan ada jajanan warna-warni (hijau, putih, merah). Saat itu saya tidak tau jajanan apa itu yang dijual disana, maklum mata saya dua-duanya minus banget (dalam hati berharap disana ada getuk lindri). Setelah dari rumah teman saya mampir ke warung tersebut, wah ternyata benar dietalase warung ada getuk lindri diantara jajanan lainnya seperti klepon dan cenil. Langsung deh saya beli beberapa potong, minta dibungkus terus pulang ke rumah. Kata Ibu getuknya enak, teksturnya saja kurang karena sepertinya ini digiling hanya satu kali.
Walau tempatnya jauh banget dari rumah dan rute jalannya g' saya sukai, tapi mau tidak mau kalau lagi pengen banget getuk lindri saya cau kesana. Sekian cerita saya tentang getuk lindri. Oh ya buat yang mau buat getuk lindri jangan lupa baca juga tips memilih singkong yang baik
Subscribe to:
Posts (Atom)

